HUBUNGAN STRUKTUR DAN KEREAKTIFAN SENYAWA-SENYAWA TURUNAN FLAVONOID
HUBUNGAN
STRUKTUR DAN KEREAKTIFAN SENYAWA-SENYAWA TURUNAN FLAVONOID
Baiklah pertama saya akan menjelakan atau
mendeskripsikan terlebih dahulu apa sih itu flavonoid ?
Nah baiklah flavonoid merupakan suatu metabolit
sekunder dari polifenol, ditemukan secara luas pada tanaman serta makanan yang
mempunyai dampak bioaktif yaitu anti virus, anti-inflamasi. Flavoid terdapat
pada tumbuhan hijau, sumplemen makanan, the ,a nggur merah, apel, bawang ,
tomat.
Subkelas flavanols
terbagi menjadi yaitu flavanon, flavon,
isoflavon, anthocyanidins, serta flavonol. Pembagian dalam subkelas flavonoid
berdasarkan pada sifat-sifat struktural. Flavanol ditemukan dalam anggur merah
dan anggur merah (ex-catechins), flavanon ditemukan pada makanan sitrus
(ex-narigenin), flavon (ex-apigenin) ditemukan dalam bumbu berdaun hijau,
isoflavon ditemukan pada makanan kedelai, dan pada hampir semua makanan
flavonol ditemukan. Flavonoid asal katekin terutama ditemukan pada teh hijau
dan hitam dan anggur merah, sedangkan antosianin ditemukan pada stroberi dan
buah beri lainnya, anggur, anggur dan teh.
Flavonoid merupakan
kelompok polifenol dan diklasifikasikan berdasarkan struktur kimia serta
biosintesisnya. Struktur dasar flavonoid terdiri dari dua gugus aromatik yang
digabungkan oleh jembatan karbon (C6-C3-C6)
Flavon
Flavon merupakan
flavonoid yang sering ditemukan pada daun, buah dan bunga dalam bentuk
glukosida. Beberapa contoh senyawa flavon adalah : apigenin, luteolin,
luteolin-7-glukosida, akatekin, dan baicalin. Struktur flavon sendiri terdiri
dari ikatan rangkap antara posisi 2′dan 3′, serta memiliki keton pada posisi 4.
Sebagian besar flavon memiliki gugus hidroksil pada posisi 5. Tanaman yang
banyak mengandung flavon diantaranya adalah seledri, kamomil, daun mint
Flavonol
Flavonol merupakan
flavonoid dengan gugus keton. Senyawa flavonol diantaranya adalah kuersetin, mirisetin, fisetin,
galangin, morin, rutin, dan robinetin. Perbedaan antara flavonol dengan flavon
terdapat pada gugus di posisi 3 pada cincin C yang memungkinkan. terjadinya
glikosilasi.Aktivitas farmakologi yang dimiliki flavonol adalah antioksidan.
Gugus aromatic cincin B merupakan gugus yang bertanggung jawab atas aktivitas
flavonol karena ikatan rangkap konjugasi pada nomor 2′ dan 3′ memiliki
kemampuan untuk perpindahan elektron dari cincin B menuju radikal bebas dan
memecah radikal bebas. Tanaman yang banyak mengandung flavonol adalah: tomat,
apel, anggur, bawang,
Flavanon
Flavanon merupakan
flavonoid yang paling banyak terdapat pada famili Compositae, Leguminosae dan
Rutaceae. Senyawa itu terdapat pada akar, batang, bunga, buah, biji, dan rizoma
Senyawa flavanol diantaranya adalah naringin, naringenin, ponkiretin,
pinocembrin, dan lonchocarpol A. Ciri dari flavanon ini adalah cincin C yang
saturasi, memiliki ikatan rangkap diantara posisi 2 dan 3 dan ini yang
membedakan dengan flavon.Tumbuhan yang banyak mengandung flanavon adalah jeruk,
anggur dan lemon
Flavanol
Flavanol atau katekin,
adalah derivat dari flavanone dengan penambahan gugus hidroksi. Perbedaan yang
mencolok yaitu tidak adanya ikatan rangkap pada posisi 2 dan 3 serta gugus
hidroksi yang selalu menempel di posisi 3 pada cincin C .banyak ditemukan pada
tumbuhan seperti teh, kiwi, apel, kokoa, dan anggur merah.
Antosianidin
Merupakan pigmen yang
bertanggung jawab terhadap warna pada tumbuhan.Antosianidin ini banyak
ditemukan pada kokoa, sereal, kacang-kacangan, madu, teh dan beri-berian .
Antosianidin yang umum ditemukan adalah aglikon dengan struktur dasarnya
flavylium. Senyawa yang palingbanyak ditemukan adalah cyanidin, pelargonidin,
delphinidin, malvidin, petunidin, dan peonidin
Kalkon
Merupakan flavonoid
yang unik sebab dibedakan dengan tidak adanya cincin aromatik Cyang merupakan
basis rangka dari flavonoid itu sendiri. Senyawa kalkon diantaranya adalah
phloridzin, arbutin, phloretin, dan chlarconaringenin. Aktivitas farmakologi
yang telah diteliti Hatti et al. (2009) menunjukan potensi sebagai
steroid-genesis modulator pada enzim 3β-hydroxysteroid dehydrogenase (HSD), dan
17β-HSD.Umumnya kalkon ditemukan pada tumbuhan seperti tomat, stroberi, pir,
beri-berian
Disini saya akan
membahas senyawa flavonoid yang terkandung pada ekstrak daun patikan kebo.
Pembuatan
ekstrak patikan kebo dilakukan dengan cara preparasi sampel terlebih dahulu
sehingga sampel menjadi serbuk, kemudian mengekstrasi sampel secara maserasi
dengan cara mencampurkan sebanyak 30 g serbuk patikan kebo dengan 300 mL etanol
absolut, setelah itu didiamkan selama 2 x 24 jam. Kemudian
menyaring
campuran tersebut dan menampung filtrat hasil penyaringan. Filtrat yang
diperoleh kemudian dipekatkan dengan rotary vacuum evaporator, setelah itu ekstrak
disimpan untuk pengujian aktivitas antioksidan. Sebelum di uji aktivitas
antioksidannya, terlebih dahulu dilakukan uji pendahuluan yaitu dengan uji
senyawa flavonoid yang dilakukan dengan menambahkan ekstrak pekat daun patikan kebo
sebanyak 0.5 g
dengan 5 mL HCl pekat dan 0.1 g serbuk Mg. Apabila timbul warna merah pada
tabung maka ekstrak positif mengandung flavonoid.
Ekstrak patikan
kebo positif mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid,
flavonoid dan tanin yang dapat berperan sebagai antioksidan
alami. Hasil
dari uji alkaloid yang ditambahkan dengan reagen mayer ternyata ekstrak patikan
kebo positif mengandung senyawa alkaloid dengan terbentuknya endapan putih
kekuningkuningan pada sampel. Endapan tersebut adalah
kompleks
kalium-alkaloid. Pada pembuatan pereaksi Mayer, larutan merkurium(II) klorida ditambah
kalium iodida akan membentuk endapan merah merkurium(II) iodida.
Pada uji alkaloid dengan pereaksi Mayer, diperkirakan nitrogen pada alkaloid akan bereaksi dengan ion logam K+ dari kalium tetraiodomerkurat(II) membentuk kompleks
kalium-alkaloid
yang mengendap. Setelah itu pengujian flavonoid dilakukan dengan cara
menambahkan magnesium dan asam klorida pekat 37%. Reaksi antara magnesium dan
asam klorida pekat menghasilkan warna merah. Hasil pengujian flavonoid menurut
penelitian yang dilakukan tenyata positif mengandung flavonoid yang ditandai
dengan warna merah pada tabung reaksi atau membentuk senyawa kompleks. Reaksi
flavonoid dengan logam Mg dan HCl dapat dilihat pada gambar 3. Hasil uji
fitokimia dari flavonoid menghasilkan reaksi seperti gambar diatas karena
reaksi ekstrak patikan kebo yang ditambahkan dengan logam Mg dan HCl pekat yang
berfungsi untuk mereduksi inti benzonpiron yang terdapat dalam struktur
flavonoid sehingga terbentuk garam flavilium yang berwarna merah.
Permasalahan :
1. Apa
yang menyebabkan bahwa senyawa flavonoid bisa beraktivitas antioksidan ?
2. Selain
di tumbuhan apakah senyawa flavonoid dapat ditemukan di hewan?
3. Selain
sebagai antioksidan senyawa flavonoid juga berperan dalam ?
link: https://youtu.be/OKngjjVdgWw
baiklah saya Rara Akda Septian dengan NIM A1C119095, izin menjawab permasalahan no 3
BalasHapusAktivitas Hepatoprotektif
Beberapa flavonoid seperti katekin, apigenin, quercetin, naringenin, rutin, dan venoruton dilaporkan untuk aktivitas hapatoprotektif mereka. Berbagai penyakit kronis seperti diabetes dapat menyebabkan perkembangan manifestasi klinis hati. Ekspresi subunit katalitik glutamat-sistein ligase (Gclc), glutathione, dan ROS dilaporkan menurun pada hati tikus diabetes. Antosianin semakin menarik perhatian karena efek pencegahannya terhadap berbagai penyakit. Zhu et al. menunjukkan bahwa antosianin cyanidin-3-O- β-glucoside (C3G) meningkatkan ekspresi Gclc hati dengan meningkatkan level cAMP untuk mengaktifkan protein kinase A (PKA), yang pada gilirannya mengatur fosforilasi protein pengikat elemen respons cAMP (CREB) untuk meningkatkan pengikatan CREB-DNA dan meningkatkan transkripsi Gclc. Peningkatan ekspresi Gclc menghasilkan penurunan level ROS hati dan pensinyalan proapoptosis. Selain itu, pengobatan C3G menurunkan peroksidasi lipid hati, menghambat pelepasan sitokin proinflamasi, dan melindungi terhadap perkembangan steatosis hati.
Aktivitas Antibakteri
Flavonoid diketahui disintesis oleh tanaman sebagai respons terhadap infeksi mikroba; Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa mereka telah ditemukan secara in vitro sebagai zat antimikroba yang efektif melawan beragam mikroorganisme. Ekstrak tumbuhan kaya flavonoid dari spesies yang berbeda telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Beberapa flavonoid termasuk apigenin, galangin, flavon dan flavonol glikosida, isoflavon, flavanon, dan chalcones telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri yang kuat. Flavonoid antibakteri mungkin memiliki beberapa target seluler, bukan satu situs aksi tertentu. Salah satu aksi molekuler mereka adalah membentuk kompleks dengan protein melalui gaya nonspesifik seperti ikatan hidrogen dan efek hidrofobik, serta dengan pembentukan ikatan kovalen. Jadi, cara kerja antimikroba mereka mungkin terkait dengan kemampuannya untuk menonaktifkan adhesin mikroba, enzim, protein transpor selubung sel, dan sebagainya.
Aktivitas Antikanker
Faktor pola makan memainkan peran penting dalam pencegahan kanker. Buah dan sayuran yang memiliki flavonoid telah dilaporkan sebagai agen kemopreventif kanker. Konsumsi bawang merah dan / atau apel, dua sumber utama flavonol quercetin, berbanding terbalik dengan kejadian kanker prostat, paru-paru, perut, dan payudara. Selain itu, peminum anggur tingkat sedang juga tampaknya memiliki risiko lebih rendah untuk terkena kanker paru-paru, endometrium, esofagus, lambung, dan usus besar. Hubungan kritis antara asupan buah dan sayur dengan pencegahan kanker telah didokumentasikan secara menyeluruh. Telah disarankan bahwa manfaat kesehatan masyarakat yang utama dapat dicapai dengan meningkatkan konsumsi makanan ini.
Baiklah saya febby Rahmadayani ( A1C119052) akan menjawab pertanyaan indah no 1
BalasHapusFlavonoid memiliki banyak sifat biokimia, tetapi sifat terbaik yang dijelaskan dari hampir setiap kelompok flavonoid adalah kemampuannya untuk bertindak sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan flavonoid tergantung pada susunan gugus fungsi di sekitar struktur inti. Konfigurasi, substitusi, dan jumlah gugus hidroksil secara substansial mempengaruhi beberapa mekanisme aktivitas antioksidan seperti pemulungan radikal dan kemampuan chelation ion logam. Konfigurasi hidroksil cincin B adalah penentu yang paling signifikan dari pembersihan ROS dan RNS karena ia menyumbangkan hidrogen dan elektron ke radikal hidroksil, peroksil, dan peroksinitrit,