Rancangan sintesis aspirin dan asam sinamat
Rancangan sintesis aspirin dan asam sinamat
Rancangan
sintesis aspirin
Sebelum merancang sintesis aspirin kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu aspirin. Jadi aspirin atau Acetylsalicylic acid merupakan suatu obat turunan salisilat yang sangat banyak dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit pada manusia yaitu pereda nyeri,mencegah serangan jantung, penurun panas, serta mencegah pembengkakan.
Aspirin bisa
disintesis oleh reaksi asetylasi. Reaksi ini adalah dimana suatu reaksi
dimasukkan gugus acetyl pada substrat yang sesuai . suatu gugus asetil yaitu
R-COOH , R merupakan alkil. Pada aspirin disintesis oleh mereaksika asam
salisilat dan anhidrat asam asetat dengan katalis asam sulfat pekat berfungsi
sebagai penghidrasi. Asam salisilat memiliki dua gugus yaitu OH dan COOH oleh
sebab itu asam salisilat ini bisa mengalami 2 jenis reaksi yaitu reaksi asam dan
basa. Reaksi oleh anhidrat asam asetat akan memeproleh aspirin . kalau reaksi
dengan methanol akan memperoleh metal salisilat. Reaksi yang diperoleh adalah
sebagai berikut :
Baiklah saya akan menjelaskan proses atau prosedur untuk melakukan sintesis aspirin.
Yang pertama dilakukan adalah menyiapkan asam salisilat kering sebanyak 5 gr dan dimasukkan ke dalam gelas beker 200 ml, selanjutnya ditambahkan 7 ml asetat anhidrat kedalam gelas beker tadi, setelah itu diaduk hingga merata atau homogeny , lalu ditambahkan 5 tetes asam sulfat pekat. Lalu campuran itu diaduk sampai merata , campuran tadi dipanaskan diatas pemanas air , campuran tadi dipanaskan selama 15 menit sambil dilakukan pengadukan , suhu untuk memanaskan campuran 50-60 C, setelah 15 menit dipanaskan , campuran tadi ditambahkan aquades sebanyak 75 ml , lalu aduk hingga merata , disaring campuran menggunakan corong Buchner dengan pompa vakum , diperoleh hasil berupa Kristal aspirin kasar berwarna putih.
Setelah
itu diberikan pelarut , pelarut yang dipakai adalah etanol 15 ml dan aquades 38
ml , selanjtnya Kristal aspirin kasar kedalam campuran pelarut tadi setelah itu
diaduk secara merata , kemudian dipanaskan serta diaduk diatas pemanas hingga
Kristal larut sempurna (larutan bening). Laruran itu didiamkan dan terbentuk
calon Kristal , dinginkan larutan didalam penangas air yang berisi es batu ,
lalu diamkan hingga terbentuk Kristal seperti jarum , dan terbentuklah Kristal
aspirin berbentuk jarum.
Timbang
kertas saring kosong whatman , catat bobotnya. Setelah itu Kristal aspirin
berbentuk jarum itu disaring menggunakan corong Buchner dengan bantuan pompa
vakum , hasilnya diperoleh Kristal aspirin kering berwarna putih mengkilat
seperti jarum , ditimbah bobot Kristal aspirin murni tadi , Kristal aspirin
murni diuji dengan menggunakan larutan besi (III) klorida (FeCl3), Kristal
aspirin berubah warna menjadi kuning keunguan ketika ditetesi larutan FeCl3 ,
Rancangan asam sinamat
Asam sinamat merupakan suatu senyawa yang banyak terdapat dialam , yang mana fungsiny sangat esensial pada bahan makanan serta dalam medis.asam sinamat juga berfungsi memiliki aktivitas sebagai antioksida, antiinflansi, anti mikroba dll. Asam sinamat ini memiliki rumus molekul C6H5CH = CHCOOH.
Sintesis atau pembuatan asam
sinamat bisa berbagai cara yaitu sebagai berikut :
1.
Reaksi
perkin
Yaitu
suatu reaksi antara aldehida aromatic serta anhidrida alkanoat dengan dengan
adanya alkanoat makanya disebut reaksi perkin. Reaksi ini mirip dengan
kondensasi aldol. Pada reaksi ini karbonion dihasilkan yaitu dengan
menghilangkan atom H alfa dari anhidrida asam oleh karboksilat. Lalu karbonil
menyerang aldehida aromatic agar memperoleh anion alkoksida. Transfer/pemberian
gugus asetil akan berlangsung dari O karboksil ke oksigen melalui siklik agar
memperoleh anion yang stabil. Yang akan terjadi yaitu hilang alfa hydrogen dari
anion dri karboksilat yang mana akan berdampak pada hilangnya gugus lepas yang
sangat baik dari keadaan untuk memperoleh anion alfa, asam tak jenuh beta.
Dilihat dari pengasaman memberikan Alpha,
- asam tak jenuh. Yaitu PHCHO pada reaksi dengan kelebihan asetat
anhidrida dengan adanya natrium asetat iyang diikuti dengan pengasaman akan memperoleh asam sinamat (asam 3 fenil propenoat). mekanisme:
pada
langkah pertama ini bertindak sebagai basa karena jika kita mengambil molekul
ini sebagai nukleofil , itu benar-benar menunjukkan itu tumbukan yang tidak
efektif sehingga bertindak sebagai basa menghilangkan hidrogen alfa ke senyawa
karbonil sehingga hidrogen ini akan dihilangkan dan mendapatkan 1 karbon yang
memiliki muatan negatif sehingga muatan
negatif ini bertindak sebagai nukleofil.
dan
kemudian pada nukleofil benzaldehida ini
menyerang muatan negatif dan karbon ini menjadi positif kemudian akan
mendapatkan kedua elektron bergeser ke oksigen, oksigen diubah menjadi muatan
negatif negatif ini lihat saja negatif dan karbon positif ini membentuk ikatan
jadi ini Anda bisa melihat CH2 itu dan
ada pembentukan ikatan CC baru. Karena
stabilisasi internal dalam beberapa kasus diamati bahwa muatan negatif ini
menyerang oksigen ini dan akan membentuk struktur resonansi yang lebih stabil.
dan
pada langkah ketiga, ketika hidrogen diganti membentuk satu ikatan rangkap
antara ini dan ion asetat diganti sebagai gugus bebas yang membentuk molekul
ini negatif kecuali 1 H + dan Anda akan mendapatkan asam sinamat
2. re2. reaksi kondensasi knoevenagel
Kondensasi Knoevenagel merupakan suatu adisi
nukleofilik dari senyawa metilen aktif ke aldehida / keton dengan memakai basa
amina (misalnya piridin atau piperidin) katalis
diikuti
dengan reaksi dehidrasi di mana molekul air dihilangkan (kondensasi). Produk
yang dihasilkan sering berupa senyawa karbonil tak jenuh α, β (enone). Reaksi
Knoevenagel yaitu suatu varian tertentu dari reaksi aldol dengan eliminasi air
berikutnya. Ini banyak digunakan dalam kimia organik untuk pembentukan ikatan C
= C. Senyawa metilen teraktivasi harus dalam bentuk Z-CH2-Z, di mana Z adalah
gugus penarik elektron. Beberapa contohnya adalah dietil malonat
(C2H5O-CO-CH2-CO-OC2H5) dan asam malonat (HOOC-CH2-COOH). berikut mekanismenya:
1.
Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan aspirin ?
2.
Jika
pada sintesis atau pembuatan aspirin menghasilkan randeman yang rendah ,
bagaimana cara modifikasi agar randeman yang dihasilkan menjdi tinggi ?
3.
Katalisator
apakah yang bisa pembentukan asam sinamat cepat terbentuk?



Baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab permasalahan nomor 1. Berdasarkan prosedur sintesis aspirin yang anda paparkan bahwa faktor yang mempengaruhi pembuatan aspirin itu adalah :
BalasHapusPertama itu adalah konsentrasi , semakin besar konsentrasi maka zat yang diendapkan semakin banyak dan cepat.
Kedua temperatur atau suhu yaitu semakin besar/tinggi suhu maka pelarutnya semakin cepat dengan demikian kristal akan lebih cepat terbentuk.
Dan terakhir adalah kadar air , semakin sedikit kadar air maka kelarutan kristal semakin kecil.
Dan katalis yang digunakan yaitu harus sesuai dengan bahan yang digunakan karena katalis ini untuk mempercepat laju reaksi.
Baiklah terimakasih atas jawabannya , tapi disini saya ingin menyangga lagi yaitu Apakah hasil akhir dari pembuatan aspirin pada materi yang anda paparkan Selalu produk akhirnya adalah suatu kristal? Jika tidak terdapat kristal bagaimana ?
Hapusbaiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab sanggahan dari Indah. Tidak selalu kristal , itu hasil produknya kristal karena pada prosedur itu menggunakan proses rekristalisasi yaitu merupakan cara pemurnian suatu zat padat dari pengotornya dengan tahap/cara mengkristalkan kembali zat tersebut setelah dilarutkan dengan memilih pelarut yang sesuai. Oleh karena itu produk akhir dari prosedur itu kristal. Dan pertanyaan kedua bagaimana jika tidak kristal yaitu ketika kita menggunakan proses rekristalisasi tapi hasil atau produk akhirnya tidak kristal maka ada yang salah saat melakukan percobaan itu.
HapusBaiklah perkenalkan nama saya lela sastry br sormin dengan nim A1C119086 izin menjawab pertanyaan no 3
BalasHapusYaitu jika menggunakan reaksi kondensasi knoevenagel yaitu kondensasi aldehida dan senyawa memiliki hidrogen Alfa dengan 2 gugus karbonil dengan menggunakan katalis suatu basa yaitu mempunyai gugus amina.
Dan bisa juga sintesis asam sinamat dapat disintesis dengan asam malonat dan benzaldehid dgn katalis dietilamina
Baiklah terimakasih atas jawabannya tapi disini saya ingin menyangga , Apakah ada penggunaan bahan lain untuk membuat asam sinamat?
HapusBaiklah saya Yiyin Novela dengan NIM A1C119062 ingin menjawab pertanyaan no 2. Jadi untuk mendapatkan randeman yang tinggi maka aspirin yang didapatkan hampir sama dengan jumlah bahan dasar yang akan digunakan, sebab randeman itu adalah perbandingan jumlah zat dihasilkan dan jumlah zat yang digunakan. Oleh sebab itu randeman yang sangat tinggi sangat baik, melainkan agar mendapatkan/memperoleh randeman yang tinggi membutuhkan ketelitian yang tinggi juga. Agar mendapatkan randeman yang tinggi penyebab atau yang menjadi faktor nya adalah anhidrida asam yang digunakan , karena anhidrida asam ini yang bisa mengikat gugus asam atau gugus hidrogen dari suatu asam salisilat.
BalasHapusBaiklah terimakasih atas jawabannya , tapi disini saya ingin menyangga lagi yaitu Apa saja faktor yang sangat mempengaruhi menghasilkan produk randeman yang tinggi?
Hapusbaiklah saya akan mencoba menjawab. Yaitu dengan cara pemilihan atau kualitas anhidrida asam yang tinggi , larutan yang digunakan untuk proses rekristalisasi , pemanasan,, penyaringan, katalis digunakan seperti mengajukan menggunakan H2SO4 dan terakhir adalah proses sublimasi
Hapus